Kebangetan, Ustaz Yusuf Mansur Malah Dicibir Saat Minta Doa Kesembuhan


Ustaz Yusuf Mansur membagikan foto di Twitter yang perlihatkan dirinya sedang terbaring di rumah sakit.

Ia menggunakan baju pasien rumah sakit lengkap dengan penutup kepala dan masker.

Melalui postingan tersebut, Ustaz Yusuf Mansur meminta doa untuk kesembuhannya.”Minta doa buat saya,” tulis ulama 43 tahun ini, Sabtu (22/8/2020).

Namun anehnya, permintaan doa itu malah ditanggapi nyinyir oleh segelintir warganet. Mereka memberitahu sang ustaz agar lebih baik meminta doa kepada sang Presiden yang telah didukungnya.

“Yusuf, minta doa dari sang Khalifah Jokowi lah. Bukan kah doa seorang khalifah itu lebih mustajab. Apalagi si Jokowi itu bukan hanya bersifat satu

khalifah, tapi empat sekaligus (seperti orang-orang to*** atau sesat yang memujanya),” tulis akun @zahrilabung.

“Balasan Allah itu nyata, bersyukur masih di balas di dunia. Introspeksi diri apa yangkira-kira ustaz perbuat sampe diingatkan Allah seperti ini,” timpal @radenwilwil.

“Semoga Allah memberimu hidayah. Karena walau ada pasantren generasi Alquran, tapi masih dukung pemimpin pendusta apa masih bisa disebut ustaz?” tulis @malika54037046.

Sementara yang lainnya menghujat, justru ada doa yang dituliskan seseorang yang menyatakan dirinya adalah kafir.

“Banyak dibalas sama yang seagama dengan ustaz tapi bukan doa yang disampaikan, melainkan hujatan. Sebagai kafir, saya doakan ustaz.

mendapatkan kesembuhan dari Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang,” tulis @evhia.

“Dia (Tuhan) akan menyembuhkan tanpa memandang siapapun yang perlu pertolonganNya,” sambung akun tersebut.

Ustaz Yusuf Mansur kemudian mengunggah postingan dari akun @evhia ke Instagramnya. Ia mengatakan hujatan yang diterima dari orang-orang sebagai penggugur dosanya.

“Hujatan, makian, sumpah serapah dan doa buruk, sesungguhnya juga adalah doa baik dan kebaikan,” tulis Ustaz Yusuf Mansur.

“Insya Allah sangat baik malahan, kita butuh penggugur dosa yang lebih banyak lagi datangnya dari arah dan pintu yang kita enggak punya,” imbuhnya.

Ulama yang kerap menggemakan keutamaan sedekah itu berterima kasih kepada postingan akun tersebut. Ini juga menjadi pengingat baginya agar tidak menyebar kebencian sekalipun beda pendapat.

“Contoh yang baik dari mbak dan sekaligus PR buat yang seagama dan sekeyakinan. Sampai segitunya (hujatan) ketika kebencian tak berdasar ada di hati,” kata sang ustaz.

“Jujur sebagai muslim, saya malu dengan mbak Sylvi (akun Twitter @evhia). Mestinya balasan dari twit mbak jadi tamparan keras buat kita dan pelajaran berharga banget,” ujarnya.