Dendam Diceraikan Suami, Wanita Ini Sampai Tega Buang 2 Anaknya ke Sungai Hingga Tewas..!!


Seorang wanita Irak menjadi perhatian publik setelah ditangkap oleh pihak berwajib.

Usut punya usut, ia tega melempar dua anaknya dari jembatan ke Sungai Tigris.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, tindakan itu ia anggap sebagai upaya balas dendam.

Rupanya, pelaku tidak terima diceraikan oleh mantan suaminya.

Walhasil, perbuatan wanita itu berakhir tragis dengan kedua anak yang ditemukan tewas tenggelam.

Ironisnya, kedua korban tenggelam masih berusia sangat belia.

Tangkapan layar dari rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik seorang ibu membuang dua anaknya ke Sungai Tigris pada Sabtu (17/9/2020) hingga tewas. Motif perbuatannya adalah balas dendam karena diceraikan suami. (TWITTER @nughulatigha)

Korban pertama berjenis kelamin laki-laki dan masih berusia 3 tahun.

Sementara korban kedua berusia 2 tahun dan berjenis kelamin perempuan.

Hal tersebut berdasarkan  laporan Al Jazeera pada hari Senin, 19 Oktober 2020.

Beredar juga rekaman CCTV yang memperlihatkan insiden tersebut.

Baca juga: TERUNGKAP! 5 Fakta Menyedihkan Tewasnya Kerabat Jokowi, Dipukul Linggis di Kandang Ayam Lalu Dibakar

Mengutip dari Kompas.com, insiden itu terjadi pada hari Sabtu, 17 Oktober 2020.

Rekaman tersebut viral di media sosial sehingga memantik kemarahan warga Irak serta dunia.

Anggota keluarga mengatakan, si ibu tega membuang dua anaknya sebagai tindakan balas dendam setelah diceraikan suaminya pada akhir September.

Abu Tahsin Deraji selaku ayah mantan suami berkata, wanita itu sudah merencanakan pembunuhan dua anaknya setelah pasangan suami istri tersebut berpisah.

Peristiwa tragis ini terjadi di Jembatan Al Aimmah, utara Baghdad.

Video dari ayah dua anak itu yang menangis kencang di lokasi kejadian meratapi kedua anaknya yang telah tiada, juga viral di media sosial.

Dendam ke Suami karena Sering Dimarahi, Ibu di Sulawesi Selatan Bunuh Anak Tiri

Nasib nahas juga menimpa bocah berinisial MH.

Bocah berusia lima tahun ini harus meregang nyawa di tangan ibu tirinya.

Peristiwa ini terjadi di Pinrang, Sulawesi Selatan.

Pembunuhan terhadap MH ini terkuak ketika jasad bocah tersebut menggegerkan warga.

Jasadnya tersebut ditemukan di Saluran Indik Irigasi Galung Asera, Kelurahan Lakessi, Sidrap, Kamis 30 April 2020.

Pihak kepolisian pun mengusut tuntas kasus penemuan jasad tersebut.

HM, bocah 5 tahun ditemukan tewas tanpa kepala di saluran irigasi (Satreskrim Polres Pinrang)

Setelah melewati sederet pemeriksaan, MH ternyata tewas di tangan ibu tirinya.

Ia dibunuh sang ibu tiri yang berinisial I.

Setelah mendapat bukti yang cukup I kemudian diamankan oleh kepolisian Polres Sidrap untuk menjalani Proses hukum selanjutnya.

Berikut deretan fakta ditemukannya jasad bocah tanpa kepala yang dibunuh ibu tirinya sendiri.

Pelaku Dendam Pada Suami

Bukan tanpa alasan I nekat melakukan hal keji pada anak tirinya.

Di hadapan polisi, pelaku yang berinisial I merasa dendam dengan suaminya yang sering memarahinya dengan kasar.

Dilansir Kompas.com, pelaku juga merasa cemburu dengan MH yang dianggap lebih disayang suaminya.

"Selain itu terduga pelaku juga dendam kepada suaminya, Angga alias Somp karena sering marah kepada terduga pelaku dengan mengatakan 'perempuan sial '," ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Dharma Perwira saat dikonfirmasi, Jumat (1/5/2020).

Didorong dari Atas Jembatan

Aksi pembunuhan yang dilakukan I terhadap anak tirinya tergolong licik.

I menculik MH saat bocah tersebut terlelap tidur.

Pelaku menggendong korban dan bermaksud membawa korban ke Sidrap menggunakan sepeda motor suaminya.

Lalu, di tengah perjalanan, korban akhirnya terbangun.

Korban dan pelaku akhirnya berhenti di sebuah jembatan.

Sesampainya di jembatan, korban turun dari motor dengan dituntun oleh pelaku

Setelah itu, pelaku mendorong korban hingga terjatuh ke sungai dan hanyut.

Pelaku pun langsung meninggalkan lokasi tersebut.

"Korban berjalan ke arah tengah jembatan dan pada saat korban melihat ke bawah, pelaku mendorong korban turun (terjatuh) ke sungai hingga hanyut.

Selanjutnya pelaku meninggalkan tempat tersebut dan pulang ke rumah," ujar Dharma.

Korban Sempat Dilaporkan Hilang

Sebelum ditemukan tewas, korban sempat dilaporkan hilang pada Senin 20 April 2020.

Sepuluh hari kemudian pada Kamis, 30 April 2020 korban ditemukan tewas di Saluran Induk Irigasi Galung Asera.

Jasad korban pertama kali ditemukan warga saat melintas di lokasi jalan masuk SKPD Sidrap.

Orangtua korban, A memastikan bahwa bocah yang ditemukan itu adalah anak pertamanya yang diculik di rumahnya Lappa-lappae, Senin lalu.

Ternyata benar, polisi mengungkap bahwa jasad itu adalah MH, siswa TK asal Pinrang yang dilaporkan menghilang sejak 20 April.

Dikutip TribunJakarta dari TribunPinrang, selain menculik MH pelaku juga mengambil handphone, STNK motor dan mobil milik sang suami.

"Saat penculikan, rumah Angga sementara direnovasi.

Selain menculik anak, pelaku juga mengambil Hp dan STNK motor dan mobil," kata Wakapolres Sidrap Kompol Ishak Ifa.