Marah ke Menag Soal Radikalisme, Jenderal Gatot Siap Pasang Badan Bela Hafiz Qur'an

Politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) menanggapi aksi Mantan Panglima TNI, Jenderal Purn Gatot Nurmantyo yang menantang tudingan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Tepatnya, terkait ucapan Menag soal radikalisme masuk masjid melalui orang berpenampilan menarik dan memiliki kemampuan agama yang baik atau hafiz.

Dengan gamblang, Ferdinand meminta Gatot harus bisa bedakan tentang hafidz yang menyebar kebaikan dan yang dimaksud Menag tersebut.

“Pak Gatot, kita tentu hrs bs membedakan mana Hafidz yg membawa, menyebar kebaikan dan cinta sesama serta mana Hafidz yg dimaksud olh Menag, “cuit Ferdinand seperti dilihat PikiranRakyat-Cirebon.com dalam akun Twitternya pada Selasa, 08 September 2020.

Artinya, Gatot Nurmantyo diminta bersikap bijak dan menilai perbedaan dengan objektif, seperti anggota ISIS dan Alqaeda itu jelas tidak bisa dibela.

“Anggota ISIS, Alqaeda banyak yg Hafidz katanya, apakah mrk hrs dibela juga? Ayolah pak, kita bijak dan objektif, “cuitnya lagi.

Sebagai informasi, Gatot menegaskan jika pemerintah menangkap para hafiz atau penghafal Alquran, maka dia akan pasang badan karena posisinya sebagai pembina murojaah untuk 1.000 hafiz Alquran.

“Saya ingatkan pada saat jam 17 tanggal 17 Agustus 2017, saya sebagai Panglima TNI di Markas Besar TNI di Cilangkap, saya mengadakan murojaah oleh 1.000 hafiz Quran dengan tema memohon perlindungan Allah SWT untuk bangsa ini,” demikian pernyataan Gatot saat berpidato dalam acara deklarasi KAMI di rumah Jumhur Hidayat di Bandung, Jawa Barat belum lama ini.