Ibu Meninggal Ayah Entah Kemana, Bocah Kembar Ini Jadi Anak Tangguh, Jualan Minuman Pinggir Jalan


Saat bersepeda di pagi hari, anggota DPR RI Dedi Mulyadi menemukan bocah perempuan tengah menunggu pembeli, berjualan minuman di pinggir jalan.

Dedi Mulyadi pun menghampirinya dan menanyakan sejumlah hal kepada anak perempuan yang duduk di bangku kelas 3 SMP ini.

Anak perempuan bernama Leni ini mengaku berjualan minuman dari pagi hingga sore hari.

Dalam sehari mendapatkan uang sekitar Rp 30 ribu.

Keuntungannya sekitar 20 persenan.

Dedi lalu membelikan puluhan tusuk sate dan beberapa bungkus nasi untuk dibawa pulang oleh Leni.

Sate dan nasi sebanyak itu maksudnya sekaligus untuk orangtua Leni.

Dedi kemudian menuju ke rumah Leni. Namun alangkah kagetnya Dedi disini lah informasi yang sebenarnya terungkap.

Leni ternyata anak kembar. Dia kembarannya Lena. D

an yang disebut orangtuanya itu adalah paman dan bibinya yang mengasuh Leni dan Lena sejak bayi.

Dedi pun termenung dan tak kuasa menahan keharuannya saat disebutkan bahwa ibu kandung kedua bocah kembar itu sudah meninggal dunia, tak lama setelah melahirkan kedua anak kembar itu.

Ada pun sang ayah pergi entah kemana. Oleh bibinya yang merawat kedua bocah itu disebut sang ayah si kembar tidak mau mengurus anaknya.

Mendengar kisah pilu kedua bocah kembar itu, Dedi langsung menjanjikan mulai bulan ini bakal membiayai seluruh kebutuhan sekolah mereka.

Selain itu bakal menyiapkan tempat berjualan bagi kedua bocah kembar itu,

sekaligus menambah modal jualannya sehingga tak hanya minuman saja yang dijualnya.

Dalam kesempatan itu seperti biasa, Dedi juga membekali kedua bocah itu dengan sejumlah uang untuk kebutuhan hidupnya.

Video pertemuan antara Dedi Mulyadi dengan kedua bocah kembar itu kemudian diunggah ke akun media sosial dan channel youtube Kang Dedi Mulyadi dan banyak mendapatkan respons positif dari warganet.

Dalam caption di unggahannya itu Dedi Mulyadi menuliskan satu kalimat pesan untuk ayah kedua bocah kembar itu,

“Untuk ayah mereka, lihatlah mereka tumbuh menjadi anak-anak baik. Jangan pernah menyesal di kemudian hari”.