Din Syamsuddin: Ada Seorang Guru Besar Kalah Berdebat, Kemudian Menyerang Secara Pribadi

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Din Syamsuddin ikut menanggapi debat panas antara akademisi Rocky Gerung dan Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Henry Subiakto di program ‘dua sisi’ TV One.
Din mengaku merasa malu melihat Henry yang mulai menyerang pribadi Rocky Gerung dalam debat tersebut.
“Saya mengikuti debat tersebut dan merasa malu ada seorang guru besar (Hendry Subiakto) yang kalah berdebat tentang substansi kemudian menyerang lawan debatnya (Rocky Gerung) secara pribadi,” ujar Din kepada wartawan di Jakarta Ahad (30/8).
Dia mengatakan, argumen Henry tidak mencerminkan seorang guru besar.
“Ujaran yang bersangkutan kepada Rocky Gerung tidak mencerminkan sikap seorang guru besar,” ujar Din.
Menurut Din, Rocky memiliki kapasitas ilmu yang mumpuni meskipun dia hanya lulusan S1.
“Jelas, Rocky Gerung walau hanya lulusan S1 tapi memiliki kapasitas keilmuan dan filsafat melebihi S3 dan professor. Argumen-argumennya sangat dalam dan mencerahkan. Sayang mitra debat tidak mampu melayani, akhirnya mengalihkan perhatian ke persoalan non substantif,” kata Din.
Dia mengatakan, bukan hal baru ketika seseorang yang kalah berdebat dan secara emosional tidak bisa mengontrol maka kemudian akan menyerang lawannya tentang hal-hal pribadi.
“Inilah masalah kita sekarang, berdebat tapi tidak menanggapi isi, tapi mengalihkan kepada hal pribadi. Kalah berdebat akhirnya menyerang pribadi lawan debat tanpa argumen bermutu,” pungkasnya.
Sebelumnya, Rocky Gerung dan Henry Subiakto terlibat debat di ‘dua sisi’ TV One. Perdebatan itu terkait dana influencer Rp90,45 miliar. Rocky menilai pemerintah menggelontorkan dana sebesar itu hanya untuk menutupi ektidakmampuan mereka.
Namun di sela-sela debat itu, Henry mulai menyerang pribadi Rocky. “Minimal saya profesor beneran, kalau anda ‘kan belum tentu,” kata Henry.
Sumber: fajar.co.id