Anies: Alhamdulillah, Kemampuan Testing Covid-19 Jakarta Melewati Hampir 4 Kali Lipat Standar WHO

Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, kemampuan testing Covid-19 dengan metode “polymerase chain reaction” (PCR) di Jakarta telah melampaui standar tes organisasi kesehatan dunia (WHO) hampir empat kali lipatnya.

Anies menilai kemampuan testing tersebut sudah lebih baik.

Anies menilai, Jakarta berhasil melewati standar jumlah tes WHO, karena kerja sama dan koordinasi dengan begitu banyak laboratorium di Ibu Kota.

Katanya, kerja sama itu pun melibatkan laboratorium swasta, laboratorium pemerintah pusat, dan laboratorium BUMN.

“Semuanya juga dikelola lewat jaringan labkesda (laboratorium kesehatan daerah) dan ini semua didanai dengan APBD DKI Jakarta,” ujarnya mantan Menteri Pendidikan ini dikutip Antaranews di Jakarta, Sabtu (25/07/2020).

Menurut Anies, kolaborasi itu melibatkan 47 laboratorium di Jakarta yang menghasilkan kapasitas testing saat ini maksimal 9.769 spesimen per hari.

“Jadi kita ini sudah hampir 10.000 spesimen per hari. Ini yang kita kerjakan. Masyarakat berada di rumah, kami di pemerintah tingkatkan kemampuan itu,” sebutnya.

Kata Anies, pihaknya telah melakukan tes terhadap 39.268 orang baru. Kalau dihitung ekuivalennya adalah 3.688 orang per satu juta penduduk dalam satu pekan.

Menurut Anies, standar WHO dalam melakukan testing adalah jumlah orang baru yang dites setiap pekan, bukan jumlah spesimennya.

WHO punya standar 1.000 orang baru dari satu juta penduduk dites dalam seminggu. “Karena itu, satu orang bisa diperiksa beberapa kali, itu yang kemudian kita kerjakan di Jakarta,” sebutnya.

Masih kata Anies, tes PCR per orang bukan per spesimen penting, sebab bila standar itu dilewati, maka nilai “positivity rate” baru bisa diinterpretasikan. “Positivity rate” merupakan persentase kasus positif Covid-19 dibanding total jumlah yang diperiksa.

Anies menyebut, kalau jumlah yang dites orangnya sedikit, maka nilai “positivity rate” masih diragukan.

“Alhamdulillah, Jakarta sekarang telah melewati standar jumlah tes ini, bahkan sudah melewati hampir empat kali lipat standar WHO,” sebutnya.*