Lelah Menagih, Viral Pria Di Yogyakarta Anggap Lunas Utang Temannya Rp 16,4 Juta

Permasalahan uang kerapkali menjadi penyebab putusnya hubungan antar manusia. Salah satunya disebabkan oleh utang atau meminjam uang.

Ada pula teman yang meminjam uang, namun hingga bertahun-tahun tidak segera dilunasi. Selain itu, seringkali peminjam uang justru marah ketika uangnya ditagih. Padahal pemberi utang hanya berusaha mengingatkan kewajiban untuk melunasi utang tersebut.

Kisah menarik tentang utang antara teman ini sempat viral di sosial media Facebook. Sebuah akun bernama Teja mengunggah daftar nama orang yang pernah berutang kepadanya.

Dalam unggahan tersebut, Teja menyebut bahwa dia telah merelakan orang-orang yang berutang kepadanya dan tidak akan menagih uang yang mereka pinjam alias dianggap lunas. Total jumlah uang yang telah direlakan Teja sekitar Rp 16,4 juta.

Berikut adalah penuturan Teja kepada Kompas.com (9/6/2020) tentang statusnya di Facebook yang kemudian menjadi viral di kalangan warganet.

Ditinggal umrah teman yang berutang Rp 10 juta
Pada postingan yang telah mendapat likes lebih dari 21 ribu itu, Teja menganggap lunas utang teman-temannya. Hal ini ia lakukan karena tidak mau lagi ada “drama” dan telanjur merasa lelah untuk menagih.

“Karena udah nggak mau drama-dramaan lagi jadi nama-nama di bawah ini saya bebasin ya utang-utangnya. Saya nggak mau nagih-nagih lagi, saya anggap LUNAS,” tulis Teja di Facebook.

Teja pun menuliskan daftar nama-nama orang yang telah meminjam uang padanya lengkap dengan besarnya nominal, tahun, dan alasan pinjam uang. Total jumlah uang yang telah direlakan Teja sekitar Rp 16,4 juta.

“Sekali lagi saya confirm ke 10 nama di atas utang-utangnya saya anggap lunas. Nggak usah di tag nama-namanya karena saya tahu kalian semua selalu lihat story saya di FB, WA, IG. LUNAS LUNAS LUNAS,” jelas Teja.

Kepada Kompas.com, Teja bercerita bahwa status tersebut tidak pernah ia rencanakan sebelumnya. Ia menulis status tersebut lantaran kesal terhadap salah satu temannya Ria Abriani yang berutang kepadanya.

“Waktu itu saya lihat story-nya dia, lagi sibuk mungkin persiapan Lebaran, kayak bisnis kue kering, belanja kue kering. Artinya dia punya uang seharusnya, saya pikir begitu. Harusnya dia bisa memprioritaskan bayar utang dulu, bukan malah untuk kebutuhan dia dulu,” kata Teja

Teja kemudian menghubungi Ria melalui WhatsApp tetapi tidak dibaca, meskipun statusnya online. Teja juga menghubungi lagi melalui direct message (DM) Instagram, tetapi juga tidak dibaca.

Teja juga mengaku kesal kepada temannya yang bernama Ibnu. Dirinya mengakui bahwa dia dan Ibnu sebenarnya bersahabat lama, sekitar delapan tahun.

Dalam statusnya di Facebook, Teja menyebut bahwa Ibnu pernah berutang kepadanya sebesar Rp 10 juta di tahun 2017. Ibnu baru melunasi Rp 4 juta dan sisa pelunasan sebesar Rp 6 juta belum dibayar hingga sekarang.

“Karena teman, ya sudah saya percaya saja, saya kasih Rp 10 juta. Sempet bayar beberapa bulan kemudian, walaupun awalnya dia berjanji seminggu akan dilunasi. Dari seminggu terus meleset sebulan, kemudian setelah bayar Rp 4 juta sudah tidak ada kabar lagi,” kata Teja.

Meski demikian, Teja mengaku bahwa dia masih sering berkomunikasi dengan Ibnu, tetapi setiap ditagih soal utang, Ibnu selalu menghindar. Kekesalan Teja memuncak ketika pada November 2019 lalu, Ibnu justru berangkat umrah ke tanah suci.

Saat itu Teja melihat story Ibnu menggunakan akun Instagram temannya, karena akun Instagram Teja saat itu diblokir oleh Ibnu.

“Kalau seperti ini kan sebenarnya bukan perkara punya dan nggak punya uang, tapi kamu niat apa enggak membayar utang,” kata Teja.

Ia lantas menghubungi Ibnu lewat WhatsApp. Teja menanyakan sebab Ibnu tidak mau membayar utang padahal memiliki cukup uang untuk berangkat umrah.

Pertanyaan Teja justru dijawab agak keras oleh Ibnu karena tidak mau mengganggu sahabatnya yang sedang beribadah akhirnya ia membiarkan hal tersebut berlalu.

Sepulang umrah, Teja menyebut bahwa Ibnu berjanji akan melunasi utangnya pada 23 Februari 2020, tetapi sampai saat ini tidak ada kabar. Pesan WhatsApp darinya juga diabaikan oleh Ibnu.

Utang untuk nonton film dan liburan ke Bali
Berkaca dari pengalamannya, Teja kini menjadi lebih berhati-hati. Ia tidak ingin hubungannya dengan orang lain menjadi rusak gara-gara permasalahan uang.

“Bukan masalah nominal sebenarnya, tetapi soal tanggung jawab dan komitmen,” kata Teja.

Ia juga bercerita tentang teman-temannya yang lain dalam daftar tersebut, seperti Angga yang meminjam uang Rp 250 ribu untuk menonton film di bioskop. Ada pula ibu Yayu yang meminjam uang Rp 400 ribu untuk sewa hotel saat liburan ke Bali.

Sampai saat ini, Teja belum menerima pelunasan atau bahkan niatan untuk melunasi utang dari teman-temannya yang ada dalam daftar nama di statusnya.

“Mungkin mereka lagi jingkrak-jingkrak kali ya, ‘Wah, asyik nih utang kita dianggap lunas sama si Teja’,” kata dia.

Sumber :https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/10/124906565/lelah-menagih-viral-pria-di-yogyakarta-anggap-lunas-utang-temannya-rp-164?page=3