Bantu Siswa Miskin, Polisi Dan Lurah Patungan Beli Hp Buat Belajar Di Rumah

Sejak wabah virus Corona (Covid-19) merebak di Indonesia, pemerintah akhirnya memutuskan untuk membatasi sejumlah aktivitas di luar rumah. Hal ini juga berlaku untuk kegiatan belajar mengajar yang akhirnya menutup sekolah untuk sementara waktu.

Sebagai gantinya, para siswa diwajibkan belajar dari rumah dengan metode pembelajaran jarak jauh berbasis online. Untuk mereka yang berlatar belakang dari keluarga mampu secara financial, kebijakan ini tentu bukan masalah.

Namun sebaliknya, untuk siswa dari keluarga miskin hal itu menjadi persoalan baru. Di Depok Jawa Barat, beberapa siswa kurang mampu akhirnya hanya bisa pasrah. Kondisi itu ditemukan di wilayah Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos.

Di tempat itu tercatat, ada sebanyak tujuh siswa yang tak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar jarak jauh karena keterbatasan ekonomi. Mereka tak punya alat penunjang seperti ponsel ataupun komputer.

Berangkat dari rasa keprihatinan tersebut, salah seorang polisi setempat akhirnya berinisiatif untuk menggalang bantuan. Ia adalah Bripka Asep, anggota Binmas Tapos dari Polsek Cimanggis.

“Jadi awalnya saya dapat laporan pihak sekolah minta ijin untuk kegiatan di sekolahan. Minta ijinnya sama lurah, saya mendengar itu, kami dari kepolisin tetap melarang karena sedang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar),” kata Asep saat dikonfirmasi pada Minggu 19 April 2020

Ketika itu pihak sekolah beralasan, terpaksa mengajukan ijin untuk aktivitas belajar mengajar secara langsung karena sebagian murid tidak mempunyai alat komunikasi.

“Akhirnya saya ajak Pak Lurah untuk cari solusi. Kami koordinasi cari bantuan ke pada para dermawan. Akhirnya dapat bantuan tujuh Hp untuk tujuh siswa.”

Mereka, lanjut Asep, adalah para siswa di SMP Islam Nur Rizki.

“Jadi anak-anak ini adalah anak-anak tidak mampu dan ada anak yatim. Mereka kesulitan jika harus menggunakan metode belajar jarak jauh. Hal ini lah yang membuat kami tergugah untuk membantu sesama,” tuturnya

Selain ponsel, sejumlah siswa tersebut juga mendapat paket internet dan nomor telepon secara cuma-Cuma. “Jadi tinggal pakai saja. Kami akan selalu berupaya agar siswa-siswa ini tetap belajar di rumah, kita akan cari jalan. Sesuai anjuran pemerintah mereka harus tetap di rumah.”

Sementara itu, Lurah Tapos, Tri Sutanto mengatakan, mereka yang mendapat bantuan berupa smart phone adalah anak-anak yang memang berlatarbelakang dari keluarga tidak mampu.

“Saya lihat anak-anak ini memang dalam kondisi kurang beruntung, ada yang orangtuanya tukang urut dan lain-lain. Jadi anak-anak ini memang tidak bisa belajar jarak jauh karena tidak punya alat konunmikasi. Akhirnya kita cari bantuan. Dan alhamdulillah mitra-mitra kami mau membantu, saudara-saudara kita yang kesusahan,” katanya

Tri berharap, aksi kemanusian ini dapat meringkan beban masyarakat ditengah pandemi global. Ia pun berjanji, bersama tiga pilar akan berusaha agar tidak ada anak-anak yang putus sekolah akibat musibah saat ini.

“Jangan sampai mereka putus sekolah karena sebentar lagi mau ujian. Alhamdulillah banyak yang mau berbagi.”

Ponsel gratis untuk siswa tidak mampu di Depok (Istimewa)
Kekompakan lurah dan polisi tadi pun mendapat sorotan positif dari berbagai pihak. Salah satunya apresiasi itu datang dari Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna.

“Ini patut dicontoh, bukan hanya persoalan pangan saja tapi menyangkut juga hal lain kelangsungan generasi bangsa dalam menimba ilmu.”

Pradi pun berharap, mereka yang telah mendapat bantuan agar tetap di rumah menjaga pola hidup sehat sehingga musibah ini segera berlalu.

“Untuk anak-anak ku, tetap konsentrasi di rumah jangan kumpul-kumpul yang tidak tepat. Semoga dengan adanya bantuan dari Pak Lurah dan Pak Polisi serta para dermawan lainnya, kalian semakin giat belajar. Tetap semangat dan berdoa ya, Insya Allah masalah ini akan segera berlalu,” katanya.