Tak Kuat Bayar Biaya RS, Ibu Dan Bayinya Meninggal Saat Melahirkan Di Rumah

Melahirkan di rumah, ibu dan bayinya tak bisa diselamatkan.

Sebagian keluarga harus hidup dalam kemiskinan, bahkan untuk datang ke rumah sakit saja tak ada biaya. Itulah yang terjadi pada sebuah keluarga berikut ini. Sang istri sedang hamil besar, tetapi suaminya tak punya cukup uang untuk membayar biaya persalinan istrinya di rumah sakit.

Dilansir dari laman World of Buzz (04/03), wanita ini pun terpaksa melahirkan di rumahnya. Namun, dia ditemukan sudah meninggal dunia bersama dengan janinnya. Kisah pilu ini diceritakan oleh seorang pengguna Facebook bernama Kuan Chee Heng pada 27 Februari.

Menurut yang disampaikan oleh Kuan Chee Heng, keluarga ini tinggal di sebuah kamar kost. Sang suami hanya mampu menyewa kamar dengan harga kurang lebih 800 ribu rupiah sebulan. Mereka adalah warga asing yang datang ke Malaysia untuk bekerja. Sang suami hanyalah seorang tukang las yang tak punya banyak uang.

Sebenarnya, sang suami ingin membawa istrinya ke rumah sakit untuk melakukan proses persalinan. Namun, dia tak punya cukup uang. Akhirnya, istrinya terpaksa melahirkan di rumah dan ternyata dia mengalami komplikasi saat melahirkan sampai menyebabkan dia dan bayinya kehilangan nyawa.

Kuan Chee mengatakan akan membantu mengatur pemakaman untuk istri dan anak pria ini. Ternyata dia juga telah memiliki anak dan kini harus hidup bersama anaknya. Kuan Chee juga mengatakan akan membantu keluarga ini agar tetap bisa melanjutkan hidupnya di Malaysia.

Netizen ikut berduka cita atas kehilangan yang dialami oleh pria yang tak disebutkan identitasnya ini. Semoga ibu dan bayinya beristirahat dengan tenang dan untuk keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Melahirkan di rumah memang hal yang berbahaya, bahkan bisa sampai kehilangan nyawa. Sebisa mungkin walau tak memiliki biaya, datang ke fasilitas kesehatan dan melakukan persalinan di sana. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menekan biaya seperti meminjam pada sanak keluarga atau menggunakan BPJS jika di Indonesia. Bantu sebarkan pada yang lain ya.