Sempat Viral, Inilah Taksi Terbang Buatan Dari Yogyakarta Yang Akan "Terbang" ke Jerman

Belum lama ini, sebuah prototipe taksi terbang yang belakangan diketahui diberi nama Frogs mendadak menarik perhatian di antara cara ulang tahun salah satu partai politik. Siapa sangka, ternyata taksi terbang tersebut ternyata buatan dalam negeri lahir di sebuah bengkel di Yogyakarta.

Inilah penampakan taksi terbang tersebut yang sempat dipamerkan dalam ajang JIEXPO Kemayoran pada 10-12 Januari 2020 beberapa waktu yang lalu.

Jefry Pratama, Venture and Investmen Partners di UMG Medialab Indonesia yang mengembangkan taksi terbang tersebut mengklaim Frogs dapat mengangkut 2 penumpang dengan berat maksimal adalah 200 kg dan mampu terbang hingga 100 km hanya dengan sekali pengisian listrik. Untuk membuat taksi terbang tersebut, setidaknya telah menghabiskan dana sekitar Rp 1 milliar.

Dilengkapi dengan 8 motor, 8 bilah baling-baling dan baterai sebagai sumber tenaganya, Frogs memiliki desain drone quadcopter. Mampu terbang hingga ketinggian 2.400 meter di atas muka laut dengan waktu terbang selama 1 jam.

Frogs menjadi pionir drone berawak di Indonesia yang akan menjadi memimpin awal dari teknologi baru. Diharapkan kedepannya, kehadiran taksi terbang tersebut dapat segera melahirkan regulasi yang dapat mengatur penggunaan teknologi tersebut. Selain itu, Frogs juga dapat difungsikan untuk membantu penyemprotan pestisida di dunia pertanian.

Saat ini, taksi terbang tersebut rencananya akan "terbang" ke Jerman untuk juga dipamerkan di ajang Hannover Messe pada 20-24 April mendatang melalui Kementerian Perindustrian RI selaku official country oartner di ajang pameran teknologi tersebut. Diharapkan, dengan ikutnya Frogs dalam ajang tersebut dapat menarik minat kerjasama teknologi dan investasi untuk pengembangan Frogs.