Kisah Pilu, Suami Istri di Sleman ini Harus Kehilangan Bayi Setelah Tertimpa Pohon

8 bulan mengandung, namun nasib berkata lain..

Tak ada hujan maupun angin, tiba-tiba pohon tumbang di hadapan pasangan suami istri ini. Nasib nahas menimpa mereka, sang istri yang sedang mengandung mengalami pendarahan yang hebat hingga akhirnya bayi yang dikandungnya tak bisa diselamatkan

Kisah nelangsa menimpa Endi Yogananta dan istrinya, Israni Silvia Sujarmanto. Pria asal Gamping, Yogyakarta, itu hanya bisa meratapi nasibnya setelah musibah tertimpa pohon tumbang saat berkendara bersama Israni.

Nahas Israni yang tengah mengandung 8 bulan harus dilarikan ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, karena mengalami pendarahan. Namun, dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta karena keterbatasan alat medis.

Sementara Endi dalam keadaan selamat, namun mengalami lecet dan memar. Musibah itu terjadi pada Rabu (5/2) malam di Jalan Wates, Gamping.

Endi mengatakan, saat kejadian kondisi sekitar tidak dalam keadaan hujan. "Tidak ada angin besar, tidak ada hujan, tiba-tiba saja (pohon tumbang) dan sangat cepat," cerita Endi kepada kumparan, Senin (10/2).

Akibat pendarahan, Israni harus menjalani operasi caesar. Bayi yang dikandung Israni lahir Kamis (6/2) dini hari dalam keadaan kritis. Namun, Tuhan berkata lain, bayi laki-laki buah cinta Israni dan Endi itu dinyatakan dokter meninggal dunia pukul 06.00 WIB.

"Anak saya tidak selamat karena benturan keras dan lepasnya tali pusarnya," terang Endi.

Menurut Endi, istrinya saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami patah tulang pinggul dan kandung kemih sobek. Sementara buah hati Israni dan Endi yang diberi nama Pradipta Kenzo Yoshvia telah dikebumikan.

Kini, Endi dan Israni hanya bisa menyayangi anak pertamanya itu lewat untaian doa. Kisah pilu Endi dan Israni ini pun viral di media sosial.

"Saya sudah menyiapkan semuanya buat Kenzo, dari nama, boks bayi, stroller, baju-baju," ungkap Endi.

Endi berinisiatif menggalang dana untuk perawatan istrinya itu di platform kitabisa.com karena tak mampu menanggung seluruh kerugian material, khususnya biaya perawatan istrinya.

Menurut Endi, hingga saat ini belum ada inisiatif dari dinas terkait atas musibah yang menimpanya. Ia pun mendesak agar dinas terkait segera bergerak membantunya.

"Saya sangat terpukul atas tragedi ini, saya harus menanggung beban ini sendiri karena sampai saat ini belum ada dinas terkait yang memastikan masalah administrasi karena dari insiden ini, banyak sekali yang harus saya cover masalah biaya," ungkapnya.